Feeds:
Pos
Komentar

Web baru dan Facebook

ini web baru paroki HKTY Ganjuran www.ganjuran.co.nr

ini Facebook  hkty.ganjuran@gmail.com

Terima Kasih

Makasih untuk perhaianya dalam web ini..mohon doanya..kami akan memperbaiki dari kekurangan2 kami

Robohnya Gereja Kami

Robohnya Gereja Kami

1.jpg

BANTUL-

Suara burung gagak itu terdengar merintih menyayat pada Minggu (4/6), sekitar pukul 06.00 WIB di kom

pleks Gereja Katholik Hati Kudus Tuhan Yesus di Ganjuran, Bantul. Seharusnya, ada ratusan umat yang sudah datang dan duduk dengan tenang di dalam gereja. Namun hal itu tidak mungkin terjadi kemarin. Gereja berusia 82 tahun itu telah roboh. Ya, roboh akibat diguncang gempa hebat, Sabtu (27/5) pagi.

2.jpgMungkin cerita robohnya sebuah gereja tidak akan begitu menyayat bila tidak ada kisah pilu yang menyertainya. “Waktu itu sedang ada misa pagi yang dipimpin Romo Jarot. Sekitar 60 umat sedang khusuk berdoa. Tiba-tiba gempa datang. Umat panik, secara refleks ingin lari keluar lewat pintu depan gereja,”kata Supriyono, seorang saksi mata kepada SH.Saat umat panik menuju pintu depan itulah, tembok depan gereja roboh menimpa tujuh umat hingga tewas seketika.Mungkinsaja,lenguhan burung gagak menyuarakan kepiluan ratusan ribu keluarga warga Bantul, Klaten, dan sekitarnya yang ditinggal mati anggota keluarganya. Kisah Gereja Ganjuran-demikian sebutan tenar gereja itu-memang menarik. Gereja yang dibangun pada 16 April 1924 itu kaya dengan simbol-simbol perpaduan kebudayaan Semua bangunan itu tidak terlepas dari sentuhan keluarga Schmutzer, pemilik Pabrik Gula Gondang Lipuro, satu-satunya pabrik gula yang bukan milik Nederlandsch Indische Suiker Syndikaat (Sindikat Gula Hindia Belanda). Sebagai pengamal ajaran sosial gereja yang disebut ”Rerum Novarum”, mereka adalah keluarga yang menghormati secara istimewa Hati Kudus Tuhan Yesus.Kemudian Caroline, istri Julius Schmutzer mendirikan rumah sakit dan sekolah untuk kaum perempuan tahun 1920. Setahun berikutnya, dia merintis sebuah poliklinik. Yang kemudian menjadi RS Santa Elisabeth Ganjuran yang kini dikelola suster-suster Carolus Boromeus dan Yayasan Panti Rapih. Keluarga besar Schmutzer itu pula yang kemudian mendirikan sebuah rumah sakit di Kota Yogyakarta yang bernama Onder de Bogen yang sekarang bernama RS Panti Rapih.

Air Perwitasari

‘Air Perwitasari’ Candi Ganjuran

jadi Alternatif Membawa Kelimpahan Berkat dan Mukjizat Pengobatan
ganjuran-5.jpg

Ketika perang kemerdekaan berkecamuk, hampir di mana saja kolonial Belanda menerapkan taktik bumi hangus. Begitu pula ketika berlangsung perlawanan seru di Ganjuran, Bantul, Jogyakarta. Daerah ini sempat dihujani bom hingga menghancurkan sebuah pabrik gula. Eloknya, ada sebuah candi kecil luput dari ledakan bom, siraman mortir dan jilatan api. Padahal hanya berada belasan meter dari pabrik yang berubah jadi karang abang itu. Candi itu bernama ‘Candi Hati Kudus Yesus’. Kini banyak diziarahi tidak saja dari penduduk lokal, tapi juga dari seantero tanah air. Dijadikan alternatif atau tumpuan untuk mendapatkan berkah kesembuhan. Lanjut Baca »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.